Sebagaimana segala sesuatu punya ihwal. Blog ini dibuat untuk melestarikan kebudayaan belajar, menggali dan menciptakan. Seperti papyrus, telah jadi media tulis berabad-abad yang lalu. Kecanggihan terus berkembang. Tapi papyrus tetap unik. Seperti juga ilmu pengetahuan, meski masa berlalu dan terus maju, ilmu-Nya tetap abadi sepanjang zaman. Maka penulis menamakan blog ini CyberPapyrus, kira-kita terjemahan lugasnya adalah LONTAR MAYA, hehe... Dahulu para 'alim yang suka mencari ilmu dan ingin menuliskannya menjadikan tulang, batu, atau kulit hewan untuk merekam ilmu yang didapatnya. Lalu dibuatlah kertas dari batang papirus. Manusia mulai mendapat kemudahan untuk menulis dengan cara yang efektif dan tidak memerlukan media yang sulit menyimpannya. Kemudian bahan kertas makin mudah didapatkan, dari batang kayu yang diubah jadi pulp(bubur kayu) kemudian diolah jadi kertas, semua kebutuhan media belajar makin instan. Tapi manusia tetap tidak merasa puas, dengan ditemukannya serat optik, kita tidak membutuhkan banyak ruang penyimpan file-file. Cukup dengan sekeping 8 floppy disc maka data pun telah tersimpan. Namun kapasitas file 8 floppy masih minim, maka hadirlah 5 1/4 floppy, dilanjutkan dengan 3 1/2 floppy.
Setelah diskette tak lagi dipandang efektif, maka flashdisk tampil dengan beragam bentuk dan kapasitasnya. tak berhenti sampai disana, seolah tak akan pernah kehilangan kreasi dan inovasinya, manusiapun telah bisa menyimpan beragam data dan informasi dalam sebuah chip berukuran sangat kecil.
Begitulah perkembangan yang tak pernah berhenti sesuai ambisi manusia. Jadi selanjutnya kemana dan apa lagi yang dituju makhluk bumi?
Jakarta, 4 Januari 2014
Yulmaini Al Manthani






0 komentar:
Posting Komentar